
yoh
Dialek AArti dalam Bahasa Indonesia
kencing
Contoh Penggunaan
Berikut ini beberapa contoh pengguna kata 'kencing' dalam kalimat awalan, tengah dan akhiran:
Wai miyoh hupi heno dipeghiksa di laboratorium.
Air kencing bayi itu diperiksa di laboratorium.
Wai miyoh manusiya ngekandung sat amonia.
Air kencing manusia mengandung zat amonia.
Wai miyoh haghus diancong di tempat sai tepat.
Air kencing harus dibuang di tempat yang tepat.
Doktegh ngetemuken infeksi pada wai miyoh pasien.
Dokter menemukan infeksi pada air kencing pasien.
Hambau wai miyoh ngepattit di kamagh mandi umum.
Bau air kencing menyengat di kamar mandi umum.
Pelisi ngeakuk sampel wai miyoh.
Polisi mengambil sampel air kencing.
Asu pelacak ngeum jampal wai miyoh.
Anjing pelacak mencium jejak air kencing.
Hiya ghasa haga miyoh seghadu inum bangat jamak wai.
Dia merasa ingin kencing setelah minum terlalu banyak air.
Di pulan, gham mawat ngetemuken tempat baka miyoh jama sihat.
Di hutan, kita tidak menemukan tempat untuk kencing dengan nyaman.
Miyoh di alam terbegak sangun mawat bisa ditangkisi di pupigha ghupa.
Kencing di alam terbuka memang tidak bisa dihindari di beberapa situasi.
Sikam ngetahanan miyoh sebab mawat gangu toilet sai andos.
Saya menahan kencing karena tidak ada toilet yang dekat.
Miyoh seasalan di tempat umum bisa ngesangkanken hal kegawangan.
Kencing sembarangan di tempat umum bisa menyebabkan masalah kebersihan.
Miyoh kesai seghadu injak tughui teghasa bangat lega.
Kencing pertama setelah bangun tidur terasa sangat lega.
Dang lupa baka ngebasuhi pungu seghadu miyoh di tempat umum.
Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah kencing di tempat umum.
Cocok.
Sesuai
Rangkuman
Bahasa lampungnya kencing adalah yoh
-
yoh merupakan sebuah kosakata dalam bahasa Lampung yang berasal dari Dialek A
- Kata yoh masuk kedalam dalam bahasa Lampung Dialek A
Tim Editor